Sejarah Biru PT.DI
Jurus Dahlan Iskan Bangkitkan Mayat BUMN (3)
Sejarah Biru PT.DI
JURUS Dahlan Iskan MEMBANGKITKAN BUMN SEJARAH BIRU PT. DI
Kebijakan Pemerintahan SBY bahwa pengadaan peralatan militer harus dari industri dalam negeri benar-benar dimanfaatkan PT. Dirgantara Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan.
PT. DI mencatat sejarah dengan pesanan mencapai 9,5 trilyun. Terbesar dari sejak bernama IPTN. Karena industri strategis, Dahlan Iskan meminta persetujuan DPR untuk menambah modal dari PMN. Dahlan Iskan juga mempertahankan dirut PT. DI Budi Santosa yang berencana mengundurkan diri dan hanya mengganti direksi yang dinilainya kurang kompak. Diisi dengan direktur berusia lebih muda.
JURUS Dahlan Iskan: STRATEGI RECOVERY
“Pasien yang statusnya masih rawat jalan jangan disuruh marathon nanti kolaps di tengah jalan. Biarlah senam dulu kemudian jogging dulu baru kelak di suruh lari.” – Dahlan Iskan
Menurut Dahlan Iskan, PT DI sebaiknya fokus mengerjakan seluruh pesanan sebelum mengembangkan perusahaan lebih lanjut.
Sebelum membangun kembali N-250 yang membutuhkan modal sangat besar, Dahlan Iskan menginginkan PT DI untuk membangun CN-295 yang sedang laris.
Baru setelah cukup kokoh, PT. DI akan mewujudkan mimpi Habibie. Merangkai nusantara dengan pesawat yang 100% bikinan anak bangsa.
Kertas Leces Tak Lagi Lecek
Jurus Dahlan Iskan Bangkitkan Mayat BUMN (2)
Tentang kebangkitan PT.Kertas Leces setelah 2 tahun mati suri sehingga 2000 pegawainya tidak gajian.
Sejak Juni 2010, PT Kertas Leces tidak bisa produksi karena pasokan gas diputus akibat tunggakan utang pada Gas Negara sebesar Rp 41 miliar. Akibatnya 2.000 karyawannya menganggur dan tidak digaji.
Dahlan Iskan menunjuk Budi Kusmarwoto, mantan anak buah di PLN Engineering, menjadi dirut baru. Membentuk manajemen tangguh disaat sekarat. Sebagai langkah awal menghidupi perusahaan, boiler baru dialihfungsikan memproduksi listrik untuk dijual ke PLN.
JURUS DAHLAN: PERBAIKAN MANAJEMEN LEBIH PENTING DARI MODAL NEGARA
PMN itu duit rakyat. Manajemen baru harus bisa memperbaiki tanpa membebani negara.
-Dahlan Iskan
Penanaman Modal Negara (PMN) untuk Kertas Leces sebenarnya sudah disetujui DPR, tapi Dahlan membatalkannya. Dahlan beralasan bahwa industri kertas tidak lagi menempati posisi strategis bagi negara. Modal swasta harus secepatnya masuk.
Perlahan PT. Kertas Leces hidup lagi dan mampu
menggaji pegawainya. Kepercayaan kembali tumbuh.
Kertas Leces mengantongi kontrak baru senilai 600
M. Fokus perusahaan kemudian diubah, dari produksi kertas budaya menjadi kertas mulia. Kertas Mulia antara lain digunakan dalam security paper, bahan uang kertas, dan kertas khusus dengan kekuatan tertentu. Ini memicu perkebunan pisang Abaca sebagai bahan baku. Nias Utara dan Pulau Semelue akan disulap menjadi lahan HTI-nya. Rakyat di sana akan menikmati lapangan kerja dari industri serat Abaca. Rezeki dari pisang yang selama ini mereka anggap sebagai ‘hama’.

