Beranda » Joko Intarto » Belajar Langsung Dari Dahlan Iskan » “Hajar Dulu, Mikir Belakangan”

“Hajar Dulu, Mikir Belakangan”

Belajar Langsung Dari Dahlan Iskan (1)

Setelah dua tahun bekerja sebagai wartawan di Jawa Pos, pada tahun 1993, saya ditugaskan Dahlan Iskan mengelola sebuah koran pagi di Palu, Sulawesi Tengah. Namanya harian Mercusuar. “Kapan berangkat Pak Bos?” tanya saya ketika menemui Dahlan di kantor Jawa Pos biro Jakarta di Jalan Prapanca Raya, waktu itu.

“Besok harus berangkat,” jawa Dahlan.
“Saya belum pernah mengelola perusahaan serumit penerbitan koran,” jelas saya setengah bertanya.
“Banyak orang yang menunggu tetapi tidak pernah kesempatan selama hidupnya. Anda tidak perlu menunggu, tiba-tiba kesempatan itu datang. Ambillah,” jawab Dahlan.

“Kalau orang mengambil kesempatan karena sudah siap, kapan orang itu maju? Bisa jadi, siapnya 5 tahun lagi. Sedangkan momentumnya sudah hilang minggu depan. Jadi, jangan bertanya siap atau tidak siap. Ambil saja kesempatan itu segera,” lanjut Dahlan.

Menurut Dahlan, Indonesia lambat berkembang karena kebanyakan orang Indonesia terlalu lama mikirnya. Padahal kesempatan itu tidak datang terus. Karena mikirnya kelamaan, peluang itu kemudian pergi begitu saja. “Ini tipe orang tua,” jelas Dahlan.

Kalau Indonesia mau maju dengan cepat, orang muda harus diberi kesempatan. Orang muda jangan dihambat-hambat untuk memimpin. “Kalau syarat menjadi presiden harus punya pengalaman, itu tandanya presidennya masih mau menjabat lagi, belum mau diganti yang muda,” gurau Dahlan.

Kepemimpinan orang muda di segala bidang menurut Dahlan akan mengubah Indonesia dengan cepat. Orang muda mikirnya tidak ada yang lama. Orang muda biasa berpikir cepat, mengambil keputusan cepat dan bergerak cepat. Bahkan, orang muda sering nggak pakai mikir, langsung mengambil keputusan dan mengerjakan dengan cepat,” lanjutnya sembari tertawa.

Kepempinan orang muda umumnya juga lebih berhasil. Mengapa? “Karena orang muda ingin menunjukkan kepada khalayak bahwa dirinya memiliki kemampuan. Kalau orang tua yang sudah bertahun-tahun jadi pejabat tinggi, apa lagi yang ingin diperlihatkan? Semua orang juga sudah tahu. Jadi, motivasi majunya orang muda itu tinggi,” kata Dahlan (bersambung)

Joko Intarto, sebuah pandangan pribadi

Follow me @intartojoko


1 Komentar

  1. […] “Hajar Dulu, Mikir Belakangan”. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: