Beranda » Joko Intarto » Yang Ringan dan Yang Lucu Tentang Dahlan Iskan » Ditangkap Satpam Di Kantor Sendiri

Ditangkap Satpam Di Kantor Sendiri

Yang Ringan Yang Lucu Tentang Dahlan Iskan (1)

Cerita ini terjadi pada akhir 1992 di kantor Jawa Pos Jakarta, Jalan Prapanca Raya Nomor 40 Jakarta Selatan.

Seminggu sebelum kejadian ini, sebuah sepeda motor karyawan hilang dari parkiran. Maka, kantor menambah satu petugas keamanan lagi. Tata tertib kantor pun diperketat. Setelah deadline, pintu pagar ditutup dan dikunci.

Malam sudah larut. Sekitar pukul 01.00. Sebuah bajaj berhenti di depan gerbang kantor yang sudah terkunci sejak sejam sebelumnya.

Saya lihat dari balik jendela mess di lantai 2, seorang pria turun dari Bajaj yang suara knalpotnya meraung-raung itu. “Bos Dahlan!” kata saya dalam hati dengan setengah terkejut.

Saya turun ke lantai 1 dengan setengah berlari untuk memberi tahu Yuli, petugas keamanan kantor yang baru seminggu berdinas. “Ada tamu tuh, pintu pagar tolong dibuka,” pinta saya kepada Yuli yang sedang menonton TV di ruang dalam.

Bergegas Yuli keluar ruangan. Saya dan kawan-kawan yang ada di ruangan pura-pura sibuk, membereskan berkas-berkas yang berserakan di meja. Soalnya Dahlan sangat tidak suka melihat ruangan kotor dengan sampah seperti kapal pecah.

Tiba-tiba, Yuli masuk ruangan dan melaporkan telah “menangkap” tamu tak dikenal yang masuk kantor dengan memanjat pagar. “Dia memanjat pagar dari dekat pohon nangka,” kata Yuli.

Di kantor Jawa Pos ada sebatang pohon nangka yang tumbuh di pinggir pagar. Pohon nangka itu cabangnya menjulur-julur dengan ketinggian sekitar 1 meter. Kami biasa masuk ke kantor dengan cara memanjat bergelantungan di pohon itu, kalau pintu gerbang sudah terkunci.

Wasifan, kepala keamanan kantor Jawa Pos, yang saat itu bersama kami di ruangan segera bereaksi. “Mana TSK-nya?” tanya Yuli. TSK adalah singkatan untuk tersangka, dalam dunia kepolisian. “Siaaaap. TSK sudah saya amankan. Sekarang ada di ruangan tamu dan saya kunci,” kata Yuli dengan gaya militernya.

Saya sudah khawatir saja, karena saya tahu yang ditangkap adalah Dahlan Iskan, big boss Jawa Pos. Sementara Wasifan dan Yuli dengan bernafsu segera menuju “ruang tahanan” untuk melihat TSK-nya.

Begitu pintu dibuka, Wasifan langsung lemas. “Ehhh…. Pak Boss…… kenapa bisa begini?” tanya Wasifan setengah bingung. “Saya ditangkap security,” kata Dahlan sembari tertawa. “Pas turun dari pohon nangka, security menangkap saya terus dibawa ke ruangan ini,” lanjut Dahlan dengan terus tertawa.

“Tapi Pak Bos kan bisa menjelaskan nama?” tanya Wasifan. “Sudah saya jawab nama saya Dahlan Iskan. Tapi security tidak percaya. Mosok ada Dahlan Iskan manjat pagar kantor Jawa Pos. Malah KTP saya sudah diminta juga sama security.
Meski “salah tangkap”, Dahlan memuji sikap Yuli. “Sebagai security, dia tidak bersalah. Jangan diberi sanksi apapun,” kata Dahlan.

Yuli akhirnya tetap bekerja di Jawa Pos sebagai security. Sebelum resign pada 2005, Yuli adalah driver pribadi Dahlan di Jakarta, mengemudikan sedan Jaguar Dahlan selama dua tahun.

Joko Intarto, sebuah pengalaman pribadi

Follow me @intartojoko


2 Komentar

  1. fia mengatakan:

    sy ktawa ngakak. bgitu jg pas cerita dahlan iskan sopir “dahlan iskan”

  2. anno mengatakan:

    haha.. mbayangin DIS bilang, “Saya ditangkap security..” sambil ketawa.. pasti lucu pol saat itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: