Beranda » Joko Intarto » Nodong Sepatu, Demi Presiden

Nodong Sepatu, Demi Presiden

Yang Ringan Yang Lucu Tentang Dahlan Iskan (3)

Selama 20 tahun menjadi karyawan Jawa Pos, hanya sekali saja saya melihat Dahlan Iskan memakai sepatu pantalon. Itu terjadi pada 1992, saat Dahlan harus menghadiri undangan Presiden Soeharto di Istana Negara. Saya tidak ingat persis acaranya apa, tetapi pasti undangan dari Presiden.

Sore sekitar pukul 15, Dahlan Iskan tiba di kantor Jawa Pos Jakarta, di Jalan Prapanca Nomor 40 Jakarta Selatan. Kantor masih sepi, karena wartawan belum saatnya menyetor hasil liputan.

Ada gaya yang tidak biasa yang diperlihatkan Dahlan saat itu. Biasanya, setiap kali berjumpa, dia selalu melihat wajah. Kali ini, Dahlan selalu melihat kaki siapa pun yang dilihatnya. “Sedang cari apa Pak Bos,” kata saya, melihat keanehan Dahlan. “Cari sepatu pantalon,” kata Dahlan.

“Tumben-tumben Pak Bos cari sepatu pantalon,” tanya saya. “Sore ini diundang ke Istana Negara bertemu Presiden Soeharto. Tidak boleh pakai sepatu kets. Harus pantalon,” lanjut Dahlan.

Sayangnya saya juga pakai sepatu kets. Bukan karena meniru Dahlan. Tetapi sejak mahasiswa, saya hanya memakai sepatu kets, hingga sekarang.

Gagal mendapatkan pinjaman sepatu dari saya, Dahlan mencoba mencari pinjaman karyawan lainnya. Bahkan juga satpam. Ada yang pakai pantalon, tetapi ukurannya kurang pas. Ada juga yang pas, tetapi bolong ujungnya.

Menjelang pukul 16.30, fotografer Umar Fauzi tiba di kantor. Dahlan tampak gembira setelah melihat Umar Fauzi memakai sepatu pantalon yang masih bagus. Sepertinya masih baru.

Belum sempat turun dari motor, Dahlan sudah mencegatnya di parkiran. “Coba pinjam sepatunya,” kata Dahlan. Umar dengan setengah bingung mencopot sepatunya dan menyerahkannya kepada Dahlan. “Agak sesak, tapi gak apa-apa. Tidak ada pilihan,” kata Dahlan.

Segera Dahlan bertukar sepatu. Dahlan memakai sepatu Umar. Sebaliknya Umar memaki sepatu Dahlan. Tak cukup itu, Dahlan pun minta Umar mengantarkannya ke Istana Negara dengan motornya, karena waktunya sudah mendesak.

Malamnya, Dahlan kembali ke kantor Jawa Pos dengan kaki pincang. Ternyata, kakinya sakit akibat sepatu Umar yang kekecilan.

Gara-gara mau ketemu presiden.

Joko Intarto, sebuah pengalaman pribadi

Follow me @intartojoko


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: