Beranda » Joko Intarto » Tak Ada Ijazah, Foto Wisuda pun Jadi

Tak Ada Ijazah, Foto Wisuda pun Jadi

Yang Ringan Yang Lucu Tentang Dahlan Iskan (4)

Hari sudah menjelang magrib ketika Dahlan Iskan tiba di kantor Jawa Pos Jakarta, Jalan Prapanca Raya Nomor 40 Jakarta Selatan. Hari itu, pada tahun 1993, Dahlan tergopoh-gopoh meminta semua karyawan berkumpul untuk mengumumkan kabar gembira.

“Ada kabar gembira. Pertama kita akan menerbitkan koran di Jakarta. Kita berhasil mengakuisi koran tua yang memiliki brand value cukup baik, yakni Harian Berita Yudha. Kita akan mulai menembus Jakarta,” kata Dahlan mengawali pengumumannya, yang disambut tepuk tangan karyawan.

“Nanti kita bikin nama baru menjadi Harian Berita dicetak tebal dan Yudha dicetak kecil, dengan tinta yang sangat tipis sehingga sepintas namanya Harian Berita saja,” jelas Dahlan. Karyawan bertepuk tangan lagi.

“Kedua, hari ini kita akan mengadakan perpisahan dengan JTO karena besok akan berangkat ke Palu, memimpin koran kita di sana,” jelas Dahlan. Karyawan kembali tepuk tangan.

“Saya usul, kita rayakan juga Mas Harto yang baru wisuda sarjana sarjana informatika,” kata saya. “Yang bener? Harto sekarang sarjana?” tanya Dahlan.

Harto adalah karyawan bagian umum. Semua wartawan sangat bergantung pada bantuannya mulai urusan makan malam, rokok, sampai kos-kosan untuk wartawan daerah yang ditugaskan di Jakarta beberapa minggu atau beberapa bulan.

Di sela-sela waktu kerjanya, Harto ternyata meneruskan kuliah, hingga akhirnya lulus sebagai sarjana informatika. Bertahun-tahun dia kuliah, tidak ada banyak yang tahu.

Saya pun baru tahu dari Sururi Al Faruq, senior saya, yang sekarang menjadi Pimred di Koran Sindo. Ketika bertemu Harto, saya menanyakan apakah benar kabar kelulusannya. Harto membenarkan bahwa baru wisuda sarjana dua hari sebelumnya.

“Mana Harto?” tanya Dahlan. Harto mengacungkan jarinya. “Siap Pak Bos,” jawab Harto. “Mulai besok, Anda dipecat dari posisi yang lama. Anda harus pindah pekerjaan di redaksi,” kata Dahlan. Harto tampak riang mendengar kabar bagus itu. Teman-teman kembali bertepuk tangan.

“Besok saya ke Surabaya. Malam ini, Anda bikin lamaran kerja baru, dengan posisi di pracetak. Tujukan ke manager HRD, titipkan ke saya. Pekerjaan wajibnya mengirim naskah-naskah dari wartawan yang sudah diedit redaktur ke Surabaya melalui modem,” kata Dahlan. “Fotocopy ijazahnya jangan lupa dilampirkan dalam surat lamaran,” pesan Dahlan.

“Tapi Bos, saya belum terima ijazah,” kata Harto. “Kan sudah wisuda? Masak sudah wisuda tapi belum terima ijazah?” sahut Dahlan dengan nada heran. “Wisuda kemarin pakai ijazah formalitas saja, hanya buat foto-foto. Ijazah aslinya diberikan beberapa hari lagi,” jelas Harto.

“Ada foto Anda diwisuda?” tanya Dahlan. “Ada Pak Bos,” kata Harto sambil mengulurkan foto wisudanya. “Ya sudah, tidak perlu pakai ijazah. Anda membuat surat lamaran dengan melampirkan foto wisuda saja sebagai pengganti ijazah,” kata Dahlan. Semua yang berkumpul tertawa mendengar keputusan Dahlan.

“Di Jawa Pos, inilah lamaran paling istimewa. Satu-satunya lamaran yang tidak menggunakan fotocopy ijazah, tetapi foto wisuda,” kata Dahlan. Kawan-kawan kembali tergelak.

Malam itu, kami semua menikmati lezatnya makan tengah malam di gudeg lesehan Jalan Melawai. Memang makan tengah malam, karena dimulai setelah selesai deadline pukul 00:00 hingga menjelang subuh.

Harto hingga saat ini masih menjadi karyawan Jawa Pos. Dia menjadi penanggung jawab cetak jarak jauh Jawa Pos di kantor Jakarta. Berkat Harto, halaman-halaman Jawa Pos terkirim on time ke seluruh percetakan Jawa Pos Group, termasuk sisipan Jawa Pos untuk Guo Ji Ri Bao di Los Angeles dan Jawa Pos edisi Arab Saudi.

Di tangan Dahlan, prosedur menjadi sangat simple.

Joko Intarto, sebuah pengalaman pribadi

Follow me @intartojoko


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: