Beranda » Joko Intarto » Akal Sehat Dahlan Iskan » Tiga Media Penetral Jawa Pos

Tiga Media Penetral Jawa Pos

Akal Sehat Dahlan Iskan (1)

Ketika Orde Baru jatuh pada 1997, BJ Habibie naik menjadi presiden menggantikan Soeharto. Pada zaman inilah, euphoria politik melanda di seluruh negeri.

Yang tidak puas dengan tiga partai politik saat itu (PPP, Golkar dan PDI), kemudian mendirikan partai politik baru. Sebagian partai baru itu masih bertahan saat ini. Sebagian lagi sudahtersungkur karena tidak mendapat dukungan publik yang cukup.

Euphoria politik rupanya juga melanda para wartawan Jawa Pos. Sebagian mulai ada yang tertarik pada dunia politik praktis. Ada yang tertarik ke PAN. Ada yang tertarik ke PBB. Ada juga yang condong ke PKB.

Agar hasrat politik para wartawan itu tersalur dengan baik, Dahlan Iskan memutuskan mendirikan media baru. Lahirlah Tabloid “Amanat” yang dimotori wartawan pro PAN. Wartawan yang senang PBB menerbitkan tabloid “Abadi”. Pendukung PKB mengelola “Harian Bangsa”.

Dengan adanya koran-koran partisan itu, Jawa Pos dengan mudah memosisikan diri menjadi koran non partisan alias koran netral. Sebab, yang ingin berpolitik praktis, sudah punya media sendiri-sendiri. Mereka bekerja di kantor yang sama, di ruang yang sama, dengan aliran politiknya masing-masing.

Akankah media-media partisan itu akan terbit lagi menjelang Pemilu 2014? Entahlah.

Joko Intarto, sebuah pandangan pribadi

Follow me @intartojoko


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: