Sejarah Biru PT.DI

Jurus Dahlan Iskan Bangkitkan Mayat BUMN (3)

Sejarah Biru PT.DI

JURUS Dahlan Iskan MEMBANGKITKAN BUMN SEJARAH BIRU PT. DI

Jurus Dahlan Iskan Bangkitkan Mayat BUMN (3)

Kebijakan Pemerintahan SBY bahwa pengadaan peralatan militer harus dari industri dalam negeri benar-benar dimanfaatkan PT. Dirgantara Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan.

PT. DI mencatat sejarah dengan pesanan mencapai 9,5 trilyun. Terbesar dari sejak bernama IPTN. Karena industri strategis, Dahlan Iskan meminta persetujuan DPR untuk menambah modal dari PMN. Dahlan Iskan juga mempertahankan dirut PT. DI Budi Santosa yang berencana mengundurkan diri dan hanya mengganti direksi yang dinilainya kurang kompak. Diisi dengan direktur berusia lebih muda.

JURUS Dahlan Iskan: STRATEGI RECOVERY
“Pasien yang statusnya masih rawat jalan jangan disuruh marathon nanti kolaps di tengah jalan. Biarlah senam dulu kemudian jogging dulu baru kelak di suruh lari.” – Dahlan Iskan

Menurut Dahlan Iskan, PT DI sebaiknya fokus mengerjakan seluruh pesanan sebelum mengembangkan perusahaan lebih lanjut.
Sebelum membangun kembali N-250 yang membutuhkan modal sangat besar, Dahlan Iskan menginginkan PT DI untuk membangun CN-295 yang sedang laris.
Baru setelah cukup kokoh, PT. DI akan mewujudkan mimpi Habibie. Merangkai nusantara dengan pesawat yang 100% bikinan anak bangsa.


3 Komentar

  1. @ndokaja mengatakan:

    Sudahkah pak habibie diberitahu? Pasti akan bangga…

  2. kabulsuprapto mengatakan:

    Dengan segala hormat bapak Dahlan? Berkaca pd kasus pembelian pesawat MA60 china oleh merpati nusantara harusnya pemerintah malu. Negara sendiri mampu dg CN 235 bahkan N 250 kenapa harus beli dr negara lain. Sedangkan MA60 sendiri hanya bersertifikasi FAA china. Harusnya N 250 bisa di berlakukan seperti itu hanya bermodal sertifikasi kelaikan terbang dari derpantemen perhubungan udara, sudah bisa melayani penerbangan jarak pendek. Dibuat saja peraturan pemerintah bahwa setiap maskapai dalam negeri hrs mengalokasikan belanja pesawatnya 25% dari total seluruh armadanya utk pengadaan di dalam negeri PT DI. bisa dibayangkan berapa pesawat N250 yg harus dibuat oleh Pt. DI utk memenuhi kuota 25% tsb. barulah kemudian setelah memiliki modal yg cukup dr hasil penjulan N250 tadi di buatkanlah sertifikasi FAA sbg syarat apabila N250 hendak ditawarkan ke luar negeri. Secara teknologi N250 lebih canggih dibanding CN 295. Saya MIRIS! melihat pemerintah lebih memilih menjualkan cn 295 airbus di banding melanjutkan pengembangan N250.

  3. kabulsuprapto mengatakan:

    Di balik rontok 2 pesawat merpati jenis MA 60 buatan china kseharusnya menjadi momentum bagi merpati untuk berpaling kepada CN235/ N 250 yg notabene produk dalam negeri/ pt. DI tinggalkan politik kepentingan dan instanisasi. Coba bapak dahlan perhatikan secara disain dan teknologi antara N250 dibandingkan dg MA 60, jauuh pak?! Lebih unggul N250 kemana2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: