Beranda » Joko Intarto » Mengapa Pemimpin Harus Banyak Bertanya?

Mengapa Pemimpin Harus Banyak Bertanya?

Pertemuan yang betul-betul sebuah kebetulan. Jumat malam (19/10) saya berjumpa dengan Bupati Wonosobo H Kholiq Arief di Hotel Tentrem, Jogja.

“Datanglah ke Wonosobo lagi,” kata Kholiq. “Lihatlah potensi Wonosobo dan beri saya masukan harus melakukan apa lagi agar Wonosobo semakin maju,” kata mantan wartawan “Jawa Pos” itu.

Saya memang pernah ke Wonosobo, dua tahun lalu, tetapi tidak sempat pergi kemana-mana. Hujan seharian membuat saya lebih betah menghabiskan waktu di pendopo kantor kabupaten, menikmati pisang goreng dan kopi panas, sembari berdiskusi tentang peran birokrasi dalam situasi masyarakat yang telah dan terus berubah.

“Wonosobo punya banyak potensi bagus. Ada telaga, candi, kawah gunung berapi, panas bumi, gunung, kebun teh, kebun kopi, kebun salak, kebun kentang, kebun sayur dan juga purwoceng. Bagaimana kalau menyempatkan waktu untuk melihat-lihat Wonosobo kemudian menulis gagasan yang harus saya kerjakan?” tanya Kholiq.

Permintaan Kholiq itu sungguh sulit saya tolak. Pertama, Kholiq adalah sahabat saya. Ketika sama-sama masih menjadi wartawan “Jawa Pos”, saya sempat sekamar dengan Kholiq di Surabaya. Kedua, permintaannya “hanya” menulis gagasan, sebuah pekerjaan yang memang sangat saya sukai.

Dalam hati, saya sangat mengagumi Kholiq yang dinobatkan majalah “Tempo” sebagai salah satu pemimpin muda berprestasi tahun 2012 itu. Tidak banyak pemimpin yang mau bertanya “harus melakukan apa” seperti Kholiq.

Kebanyakan pemimpin justru lebih senang pamer “sudah melakukan apa” selama memimpin. Walau pun yang dilakukannya, tidak mengubah apa pun di wilayahnya. Bahkan malah menimbulkan kegelisahan masyarakatnya.

Cara Kholiq bertanya seketika mengingatkan saya pada Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dalam banyak hal, gaya kepemimpinan Kholiq itu mirip-mirip: “out of the box”, bahkan “without the box”. Interaksi Kholiq dengan Dahlan selama menjadi wartawan “Jawa Pos” bisa jadi sumber pengaruh itu.

Bertanya adalah salah satu cara Dahlan mencari gagasan dan melakukan tindakan. Demikian pula Kholiq. Dahlan bertanya kepada siapa saja, tentang apa saja, kapan saja dia mau. Bahkan, tugas-tugas yang diberikan Dahlan kepada anak buahnya sering kali disampaikan dengan kalimat tanya, bukan kalimat perintah.

Suatu sore pada tahun 1998, Dahlan mengajak saya berkeliling kota Surabaya. Bergantian kami menyetir mobil melihat berbagai proyek bisnis “Jawa Pos” yang tengah dikembangkan. Dari Perumahan Pantai Mentari di kawasan pantai timur Surabaya, hingga pabrik kertas di Sumengko, di perbatasan Mojokerto dengan Gresik.

Sepanjang jalan, Dahlan terus bertanya, bagaimana cara menaikkan penjualan iklan Jawa Pos di Jakarta. Saya mencoba memberikan beberapa jawaban, berbekal pengalaman sekitar tiga bulan menjadi “debt collector”, menagih piutang macet di berbagai biro iklan yang terlilit masalah keuangan akibat krisis moneter pada 1996.

“Bagaimana kalau Anda saja yang memimpin pemasaran iklan Jawa Pos di Jakarta?” ucap Dahlan.

Demikian pula ketika pada 2003, saya harus menjawab pertanyaan Dahlan tentang cara mengelola manajemen koran “Indo Pos” di Jakarta. Setelah saya menjelaskan panjang lebar, Dahlan kembali bertanya, “Bagaimana kalau Anda yang menjadi direkturnya?”

Karena beberapa kali menerima perintah dalam kalimat tanya, suatu saat hal itu saya tanyakan langsung kepada Dahlan. Jawabnya sungguh membuat saya tercenung. “Kalau saya perintahkan, belum tentu Anda tertarik, belum tentu juga Anda mau. Saya butuh orang yang antusias,” kata Dahlan.

Memang benar kata pepatah, malu bertanya sesat di jalan. Pemimpin yang banyak bertanya akan memiliki banyak pengetahuan. Sementara pemimpin yang banyak bicara, bisa jadi, adalah pemimpin yang sok tahu.

Joko Intarto @IntartoJoko

http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2013/10/21/mengapa-pemimpin-harus-banyak-bertanya–603472.html


3 Komentar

  1. Ibunda mengatakan:

    SALUTE buat pak DI jiwa entrepreneur + Leadershipnya kuat sekali :jempol:

  2. Terima kasih banyak atas segala infonya, salam sukses..
    http://goo.gl/j7LG9C

  3. obatherbalalergiok mengatakan:

    Terima kasih banyak atas semua infonya,..
    http://goo.gl/5zJIpW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: